Klasifikasi Virus adalah menurut metode Bergey, virus termasuk ke dalam divisio Protophyta, kelas Mikrotatobiotes dan ordo Virales (Virus). Pada tahun 1976 ICTV (International Commite on Taxonomy of Virus) mempublikasikan bahwa virus diklasifikasikan struktur dan komposisi tubuh, yakni berdasarkan kandungan asam.
Pada dasarnya virus dibedakan atas dua golongan yaitu virus DNA dan virus RNA. Berikut beberapa famili virus DNA dan RNA,
Virus DNA mempunyai beberapa famili:
1. Famili Parvoviridae seperti genus Parvovirus
2. Famili Papovaviridae seperti genus Aviadenovirus
3. Famili Adenoviridae seperti genus Mastadenovirus
4. Famili Herpesviridae seperti genus Herpesvirus
5. Famili Iridoviridae seperti genus Iridovirus
6. Famili Poxviridae seperti genus Orthopoxvirus
Virus RNA mempunyai beberapa famili:
1. Famili Picornaviridae seperti genus Enterivirus
2. Famili Reoviridae seperti genus Reovirus
3. Famili Togaviridae seperti genus Alphavirus
4. Famili Paramyvoviridae seperti genus Pneumovirus
5. Famili Orthomyxoviridae seperti genus Influensavirus
6. Famili Retroviridae seperti genus Leukovirus
7. Famili Rhabdoviridae seperti genus Lyssavirus
8. Famili Arenaviridae seperti genus Arenavirus
Penyebab Infeksi Virus ༉‧₊˚
1. Infeksi virus pada saluran pernapasan
Tipe virus adalah yang menginfeksi saluran pernapasan sangat beragam, antara lain influenza (flu), respiratory syncytial virus (RSV), rhinovirus, coronavirus (SARS), parainfluenza (croup), dan adenovirus.
Pada umumnya, penularan infeksi virus ini terjadi ketika percikan ludah dari batuk atau bersin seseorang yang sedang terinfeksi, terhirup oleh orang lain. Penularan juga dapat terjadi bila menyentuh hidung atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, setelah menyentuh benda yang terkontaminasi.
2. Infeksi virus pada saluran pencernaan
Jenis virus ini menyebar melalui pemakaian bersama barang pribadi dengan orang yang terinfeksi. Penularan virus juga dapat terjadi melalui sumber makanan atau air yang terkontaminasi feses penderita.
Menyentuh mulut, atau makan tanpa mencuci tangan dengan benar-benar bersih setelah buang air besar, juga dapat menyebabkan penularan.
Beberapa contoh infeksi virus pada sistem pencernaan yang dapat menyebabkan gastroenteritis adalah infeksi rotavirus, infeksi norovirus, infeksi astrovirus, dan beberapa infeksi adenovirus.
3. Infeksi virus pada kulit
Sebagian virus adalah dapat menular lewat sentuhan pada cairan di kulit yang luka. Namun demikian, ada juga jenis infeksi virus pada kulit yang ditularkan melalui nyamuk.
Tipe virus penyebab infeksi pada kulit sangat banyak, di antaranya virus Varicella-zoster, molluscum contagiosum, dan human papillomavirus (HPV).
Sejumlah penyakit pada kulit akibat infeksi virus meliputi cacar air, campak, roseola, herpes zoster, rubella, molluscum contagiosum, kutil (termasuk di dalamnya kutil kelamin), dan chikungunya.
4. Infeksi virus pada hati
Infeksi virus hati adalah penyebab paling sering dari hepatitis. Tergantung jenis virusnya, virus ini dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi feses seseorang yang terinfeksi, atau melalui pemakaian jarum suntik tidak steril serta kontak langsung dengan darah, urine, sperma atau cairan vagina orang yang terinfeksi.
Beberapa contoh penyakit hati akibat infeksi virus adalah hepatitis A, B, C, D, dan E.
5. Infeksi virus pada sistem saraf
Sistem saraf pusat yang terdiri dari otak dan saraf tulang belakang juga dapat terinfeksi virus. Beberapa tipe virus yang menginfeksi sistem saraf pusat, antara lain adalah herpes simplex tipe 2 (HSV-2), varicella-zoster, enterovirus, arbovirus, dan poliovirus.
Virus yang menginfeksi sistem saraf dapat menular melalui berbagai cara, dan memicu sejumlah penyakit. Sebagai contoh, enterovirus menyebar melalui percikan ludah ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk. Sedangkan arbovirus menular melalui gigitan serangga seperti nyamuk atau kutu.
Beberapa penyakit akibat infeksi virus pada sistem saraf adalah polio, ensefalitis, dan meningitis. Infeksi virus pada sistem saraf juga dapat menyebabkan penyakit rabies. Penyakit ini menular melalui gigitan hewan yang terinfeksi virus rabies, baik hewan liar maupun hewan peliharaan.
Beberapa jenis hewan yang dapat menularkan infeksi rabies adalah kucing, anjing, kelelawar, sapi, dan kambing.
Selain sejumlah infeksi virus yang telah dijelaskan di atas, ada juga infeksi virus yang disebut viral hemorrhagic fever (VHF). Jenis infeksi virus ini mengakibatkan gangguan pembekuan darah dan merusak dinding pembuluh darah, sehingga dapat memicu perdarahan.
Beberapa contoh penyakit yang tergolong VHF, antara lain:
1. Ebola
2. Demam berdarah
3. Demam kuning
4. Demam Lassa
5. Demam Marburg.
Contoh infeksi virus lain adalah human immunodeficiecy virus (HIV). HIV adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh, dan dapat berkembang menjadi AIDS bila tidak segera ditangani. AIDS (acquired immune deficiency syndrome) merupakan stadium akhir dari HIV, di mana sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah.
HIV/AIDS termasuk infeksi virus yang dapat menular melalui hubungan seks, berbagi jarum suntik, dan transfusi darah. Virus ini juga dapat menyebar dari ibu hamil ke janin yang dikandungnya, serta melalui proses melahirkan dan menyusui.
𝕭𝖑𝖔𝖌 𝖎𝖓𝖎 𝖉𝖎𝖇𝖚𝖆𝖙 𝖉𝖊𝖓𝖌𝖆𝖓 𝖓𝖎𝖆𝖙 𝕭𝖑𝖔𝖌-! 𝕸𝖊𝖗𝖈𝖎~