Showing posts with label Kedokteran. Show all posts
Showing posts with label Kedokteran. Show all posts

Saturday, February 15, 2020

Kedokteran┊Apa itu Kanker?

Kanker-penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel abnormal yang tidakterkendali di dalam tubuh . Pertumbuhan sel abnormal ini dapat merusak sel normal di sekitarnya dan di bagian tubuh yang lain.
Kanker merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia. Kanker sering menyebabkan kematian karena umumnya penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada awal perkembangannya, sehingga baru terdeteksi dan diobati setelah mencapai stadium lanjut.
Hasil gambar untuk kanker

Penyebab Kanker

Penyebab utama kanker adalah perubahan (mutasi) genetik pada sel. Mutasi genetik akan membuat sel menjadi abnormal. Sebenarnya, tubuh memiliki mekanisme sendiri untuk menghancurkan sel abnormal ini. Bila mekanisme tersebut gagal, sel abnormal akan tumbuh secara tidak terkendali.
Faktor yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker berbeda-beda, tergantung pada jenis kankernya. Meskipun demikian, tidak ada jenis kanker yang spesifik hanya dipicu oleh 1 faktor.
Faktor yang diduga berisiko menyebabkan mutasi genetik pada sel normal dan kegagalan tubuh untuk memperbaikinya antara lain:
  • Memiliki riwayat penyakit kanker dalam
  • Berusia di atas 65 tahun.
  • Merokok.
  • Terpapar radiasi, zat kimia (misalnya asbes atau benzene), atau sinar matahari.
  • Terinfeksi virus, seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HPV.
  • Terpapar hormon dalam kadar tinggi atau jangka panjang.
  • Mengalami obesitas.
  • Kurang banyak bergerak dan tidak rutin ber
  • Menderita penyakit yang menyebabkan inflamasi kronis (peradangan jangka panjang), misalnya kolitis ulseratif.
  • Menurunnya sistem kekebalan tubuh, misalnya akibat menderita HIV/AIDS.

Gejala Kanker

Gejala yang timbul akibat kanker juga bervariasi, tergantung pada jenis kanker dan organ tubuh yang terkena kanker. Beberapa gejala yang sering dialami penderita kanker adalah:

Kapan harus ke dokter

Orang yang berisiko terkena kanker perlu menjalani skrining dan pemeriksaan rutin ke dokter. Contohnya, seorang perokok yang anggota keluarganya pernah terkena kanker, atau seseorang yang sering bergonta-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan kondom.
Seseorang juga perlu memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala kanker, seperti munculnya benjolan di tubuh, penurunan berat badan secara drastis, atau batuk kronis. Deteksi dini kanker dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Penderita kanker perlu menjalani pengobatan dari dokter onkologi. Selanjutnya, akan dilakukan pemeriksaan rutin untuk melihat apakah pengobatan yang diberikan efektif.
Jika kondisi pasien sudah membaik dan kanker dinyatakan sembuh, pasien masih tetap perlu untuk memeriksakan kondisinya ke dokter secara berkala. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan bahwa kankernya tidak kambuh.
Penderita yang kankernya sudah tidak bisa disembuhkan juga perlu berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat memberikan pengobatan untuk memperlambat perkembangan kanker dan mengurangi keluhan yang dialami penderita. Pengobatan tersebut dinamakan pengobatan paliatif.

Diagnosis dan Stadium Kanker

Untuk mendiagnosis kanker, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien dan melakukan pemeriksaan fisik. Setelah itu, ada beberapa tes tambahan yang akan dilakukan dokter untuk memastikan diagnosa kanker, yaitu:
  • Tes laboratorium
    Tes laboratorium, seperti pemeriksaan darah dan urine, dapat dilakukan untuk memeriksa kelainan di dalam tubuh. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tumor marker untuk mendeteksi kanker.
  • Tes pencitraan
    Tes ini dapat berupa pemeriksaan Rontgen, USG, CT scan, MRI, atau PET scan, untuk melihat kondisi organ yang bermasalah.
  • BiopsiPada prosedur ini, dokter akan mengambil sampel jaringan tubuh pasien yang diduga mengalami kanker. Biopsi merupakan pemeriksaan yang paling akurat untuk menentukan apakah seseorang terkena kanker atau tidak.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di atas, dokter akan menentukan tingkatan (stadium) kanker. Secara umum, tingkatan kanker dibagi menjadi stadium 1, 2, 3, dan 4. Makin tinggi stadium kanker, gejala penyakitnya akan makin parah dan kemungkinannya untuk sembuh makin kecil.
Tinggi rendahnya stadium kanker ditentukan berdasarkan ukuran kanker, ada tidaknya penyebaran kanker ke kelenjar getah bening di sekitarnya, dan seberapa jauh penyebaran kanker ke organ lain.

Pengobatan Kanker

Jenis pengobatan yang akan dipilih dokter tergantung pada beberapa hal, mulai dari jenis kanker, letak kanker, stadium kanker, kondisi kesehatan pasien secara umum, hingga keinginan pasien.
Metode pengobatan kanker yang umum digunakan adalah sebagai berikut:
  • Kemoterapi
    Kemoterapi dilakukan dengan memberikan obat-obatan untuk merusak sel kanker.
  • OperasiProsedur ini dilakukan dengan memotong dan mengangkat jaringan kanker.
  • Radioterapi
    Radioterapi dilakukan dengan menggunakan paparan radiasi untuk membunuh sel-sel kanker. Radioterapi terdiri dua jenis, yaitu radiasi dari mesin yang berada di luar tubuh (radioterapi eksternal) atau radiasi dari alat implan yang dipasang di dalam tubuh (brakiterapi).
  • Transplantasi sumsum tulangLewat prosedur ini, sumsum tulang penderita akan diganti dengan sumsum tulang baru dari donor, agar dapat menghasilkan sel baru yang normal dan bebas kanker.
  • ImunoterapiImunoterapi atau terapi biologis bertujuan untuk mengaktifkan sistem imun penderita untuk melawan kanker.
  • Terapi hormonBeberapa jenis kanker, seperti kanker payudara dan kanker prostat, dipicu oleh hormon. Oleh karena itu, dengan menghambat hormon tersebut, pertumbuhan sel kanker dapat dihentikan.
  • Targeted drug therapy
    Terapi ini dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang mampu menghambat mutasi genetik pada sel.
Perlu diketahui bahwa pengobatan kanker di atas dapat menyebabkan berbagai efek samping. Salah satunya adalah berkurangnya jumlah sel darah putih, sehingga tubuh penderita rentan mengalami infeksi.

Pencegahan Kanker

Pada tahun 2014, lebih dari 1,5 juta orang Indonesia meninggal karena penyakit kanker. Di Indonesia, jenis kanker yang menyebabkan kematian terbanyak pada pria adalah kanker paru-paru, sedangkan jenis kanker penyebab kematian terbanyak pada wanita adalah kanker payudara.
Oleh karena itu, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia menggalakkan program perilaku CERDIK untuk mencegah kanker. Berikut adalah ini adalah kepanjangan dari CERDIK:
  • Cek kesehatan secara berkalaKonsultasikan dengan dokter Anda untuk menjalani tes skrining kanker, berdasarkan faktor risiko yang Anda miliki.
  • Enyahkan asap rokokMerokok dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai jenis kanker, terutama kanker paru-paru.
  • Rajin aktivitas fisikRutin berolahraga selama setidaknya 30 menit setiap harinya.
  • Diet sehat dengan kalori seimbangPerbanyak makan buah-buahan, sayuran, biji-bijian (misalnya gandum), dan makanan yang kaya akan protein.
  • Istirahat yang cukupKurang tidur dapat meningkatkan risiko terkena kanker.
  • Kelola stresStres berlebih dan berkepanjangan dapat menyebabkan munculnya kanker.
Di samping CERDIK, ada beberapa hal lain yang juga perlu Anda lakukan untuk mencegah kanker, yaitu:
  • Hindari paparan sinar matahari berlebihPaparan sinar ultraviolet dari matahari dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit. Oleh karena itu, gunakanlah pakaian tertutup saat beraktivitas di luar ruangan.
  • Gunakan masker di tempat yang penuh polusi udaraAsap kendaraan bermotor, asap pabrik, asap pembakaran sampah, asap rokok, serta debu asbes dapat menyebabkan kanker.
  • Hentikan konsumsi alkoholJika Anda gemar mengonsumsi alkohol, mulailah untuk menghentikan kebiasaan tersebut, sebab alkohol dapat memicu kanker.
  • Lakukan vaksinasiTerdapat dua jenis kanker yang dapat dicegah dengan vaksinasi, yaitu kanker hati melalui vaksin hepatitis B dan kanker serviks dengan vaksin HPV.

𝕾𝖚𝖒𝖇𝖊𝖗 : https://www.alodokter.com/penyakit-kanker

Kedokteran┊Apa itu Flu Burung?

Hasil gambar untuk apa itu flu burung

Pada saat ini, flu burung sedang marak diChina, kira-kira apa penyebab datangnya flu burung itu? dan kira-kira apa ya flu burung,

Flu burung adalah suatu jenis penyakit influenza yang ditularkan oleh burung kepada manusia. Dua jenis virus flu burung, yaitu H5N1 dan H7N9, sampai saat ini menyebabkan wabah di Asia, Afrika, Timur Tengah, dan beberapa bagian Eropa.

Gejala Flu Burung

Masa inkubasi virus dari masuk ke tubuh manusia sampai menimbulkan gejala adalah 3-5 hari. Seseorang yang terkena flu burung akan mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, pegal-pegal, pilek, batuk, dan sesak. Namun sebelum gejala tersebut muncul, ada juga penderita flu burung yang terlebih dahulu mengalami:
  • Muntah.
  • Sakit Perut.
  • Diare.
  • Gusi berdarah.
  • Mimisan.
  • Nyeri dada.
Pengobatan flu burung harus dilakukan secepat mungkin. Jika tidak, penyakit ini sangat berpotensi menimbulkan komplikasi yang dapat membahayakan nyawa penderitanya, seperti:
  • Infeksi paru-paru.
  • Acute respiratory distress syndrome
  • Gagal multi organ (misalnya gangguan jantung dan disfungsi ginjal).

Penyebab Flu Burung

Virus flu burung merupakan virus influenza yang sebenarnya menyerang unggas, baik itu unggas liar maupun unggas peternakan (ayam, bebek, angsa, atau burung). Infeksi virus flu burung terhadap manusia pertama kali dilaporkan pada tahun 1997 dengan jenis virus H5N1. Jenis lain yang juga dapat menginfeksi manusia adalah virus influenza H7N9, yang pertama kali dilaporkan pada tahun 2013. Beberapa jenis virus flu burung lainnya yang dapat menyerang manusia, antara lain H9N2, H7N7, H6N1, H5N6, dan H10N8.
Flu burung menular melalui kontak langsung dengan unggas yang sakit atau lingkungan yang terkontaminasi, seperti:
  • Menyentuh unggas yang telah terinfeksi, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati.
  • Kontak dengan cairan tubuh unggas yang sakit, misalnya ludah. Atau tidak sengaja menghirup percikan cairan tubuh tersebut.
  • Kontak dengan debu dari kotoran unggas sakit yang telah mengering atau menghirupnya.
  • Menyantap daging atau telurnya dengan tidak dimasak sampai benar-benar matang. Makan daging dan telur yang matang tidak akan membuat Anda tertular virus flu burung.
Selain itu, bahaya yang sama juga mengintai apabila kita mengunjungi pasar unggas dengan tingkat kebersihan yang buruk. Penularan dari orang ke orang belum jelas mekanismenya.
Flu burung H5N1 sampai dengan Oktober 2017 telah menjangkiti 860 orang di seluruh dunia dan menyebabkan kematian kepada 454 orang. Di Indonesia sendiri, kasus flu burung pada manusia pertama kali menyebar pada tahun 2005. Sampai dengan Oktober 2017 terdapat 200 laporan kasus flu burung H5N1 di Indonesia, dengan 168 kematian.

Diagnosis Flu Burung

Segera temui dokter jika Anda mengalami gejala-gejala, seperti batuk, demam, dan pegal-pegal. Terlebih jika gejala-gejala tersebut dirasakan setelah kontak dengan unggas. Setelah itu, dokter akan mencocokkan gejala yang dirasakan pasien dengan tanda-tanda klinis pada flu burung.
Jika dokter mencurigai pasien terjangkit flu burung, pemeriksaan lanjutan di laboratorium perlu dilakukan untuk memastikannya. Pemeriksaan ini untuk memeriksa adanya virus pada swabatau usapan hidung atau tenggorokan pasien. Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan adalah foto Rontgen dada. Biasanya jika hasil pemeriksaan laboratorium dan foto Rontgen normal, maka kemungkinan pasien tidak menderita flu burung.

Pengobatan Flu Burung

Pasien yang telah terbukti menderita flu burung biasanya akan dirawat di ruang isolasi di rumah sakit untuk menghindari penularan. Selain dianjurkan untuk minum banyak cairan, mengonsumsi makanan sehat, istirahat, dan minum obat pereda rasa sakit, dokter juga biasanya akan memberikan obat-obatan antivirus agar penyakit tidak berkembang makin parah. Contoh obat-obatan antivirus yang bisa diberikan dalam kasus flu burung adalah oseltamivir dan zanamivirOseltamvir adalah obat pilihan utama.
Sebenarnya kedua obat ini diperuntukkan guna mengobati flu biasa dan sangat efektif jika penggunaannya tidak melebihi dua hari setelah gejala muncul. Obat ini bisa diberikan secepatnya setelah pasien dinyatakan positif terjangkit flu burung.
Selain berguna untuk pengobatan, oseltamivir dan zanamivir juga bisa dikonsumsi sebagai obat pencegah flu burung, terutama diberikan kepada para petugas medis yang menangani pasien penyakit ini dan kepada mereka yang aktivitas sehari-harinya berdekatan dengan unggas.
Komplikasi Flu Burung
Salah satu komplikasi yang bisa terjadi pada kasus flu burung adalah pneumonia Tambahan oksigen dan alat bantu napas atau ventilator akan dibutuhkan pada pasien yang mengalami pneumonia dengan kesulitan bernapas. Selain itu, pemberian obat-obatan antibiotik akan diberikan sampai pneumonia sembuh.

Pencegahan Flu Burung

Ketika flu burung mewabah di Indonesia, pemerintah banyak melakukan upaya penanggulangan. Di antaranya adalah dengan mendistribusikan obat oseltamivir di setiap rumah sakit rujukan untuk flu burung, melakukan pelatihan kepada dokter dan perawat tentang pengobatan flu burung di rumah sakit, dan secara aktif melakukan survey dan mengambil sampel orang-orang yang berisiko tertular flu burung.
Penyebaran virus flu burung memang sulit untuk dicegah. Namun terlepas dari hal itu, kita harus tetap melakukan hal-hal yang dapat memperkecil risiko terjangkit.
Beberapa contoh sederhana adalah dengan selalu menjaga kebersihan tangan, menjaga kebersihan kandang apabila kita memelihara unggas, memastikan untuk mengonsumsi daging atau telur unggas yang telah dimasak dengan baik, dan tidak mengonsumsi unggas liar hasil buruan karena kita tidak tahu penyakit apa saja yang mungkin ada di tubuh mereka.
Belilah daging unggas yang sudah dipotong di swalayan atau pasar tradisional yang kebersihannya terjaga dengan baik. Daging siap masak akan meminimalkan risiko terkena flu burung karena kita tidak perlu repot-repot memotong, mencabuti bulu, atau membersihkan isi perut unggas. Sebisa mungkin hindarilah lapak unggas hidup di pasar yang kurang menerapkan kebersihan dengan baik.
Sampai dengan saat ini belum ada vaksinasi yang spesifik untuk virus flu H5N1. Tetapi Anda dapat melakukan vaksinasi flu tiap tahun untuk menurunkan risiko terjadinya mutasi virus. Jika perlu, sertakan juga vaksinasi pneumokokus untuk mencegah pneumonia, yang merupakan komplikasi dari flu burung.


𝕭𝖑𝖔𝖌 𝖎𝖓𝖎 𝖉𝖎𝖇𝖚𝖆𝖙 𝖉𝖊𝖓𝖌𝖆𝖓 𝖓𝖎𝖆𝖙 𝖇𝖊𝖑𝖆𝖏𝖆𝖗 𝕭𝖑𝖔𝖌-! 𝕸𝖊𝖗𝖈𝖎~

𝕾𝖚𝖒𝖇𝖊𝖗 : https://www.alodokter.com/flu-burung

Wednesday, February 12, 2020

Kedokteran┊Pengertian, Faktor, Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan Demam Berdarah

Demam Berdarah-DBD atau demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue. Demam berdarah merupakan penyakit yang mudah menular. Sarana penularan demam berdarah sendiri berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegyptidan Aedes albocpictus.

Hasil gambar untuk demam berdarah

Faktor-faktor DBD ༉‧₊˚

Demam berdarah dapat dipicu oleh faktor risiko tertentu. Beberapa faktor risiko demam berdarah, yaitu:
  • Pernah mengalami infeksi virus dengue sebelumnya;
  • Tinggal atau bepergian ke daerah tropis; dan
  • Bayi, anak-anak, orang lanjut usia, dan orang dengan kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala DBD ༉‧₊˚

Gejala umumnya timbul 4-7 hari sejak gigitan nyamuk, dan dapat berlangsung selama 10 hari. Beberapa gejala demam berdarah, yaitu:
  • Demam tinggi mencapai 40 derajat Celsius;
  • Nyeri kepala berat;
  • Nyeri pada sendi, otot, dan tulang;
  • Nyeri pada bagian belakang mata;
  • Nafsu makan menurun;
  • Mual dan muntah;
  • PembengkakaN kelenjar getah bening
  • Ruam kemerahan sekitar 2-5 hari setelah demam;
  • Kerusakan pada pembuluh darah dan getah bening; dan
  • Perdarahan dari hidung, gusi, atau di bawah kulit.

Penyebab Terjadinya DBD ༉‧₊˚

Penyakit demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua nyamuk dapat menggigit di pagi hari sampai sore menjelang petang. Penularan terjadi saat nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang sudah terinfeksi virus dengue, ketika nyamuk tersebut mengigit orang lain, maka virus akan tersebar. Hal tersebut terjadi karena nyamuk berperan sebagai medium pembawa (carrier) virus dengue tersebut.

Pengobatan DBD ༉‧₊˚

Pengobatan yang spesifik untuk mengobati demam berdarah saat ini belum ada. Pengobatan bertujuan untuk mengatasi gejala dan mencegah infeksi virus semakin memberat. Beberapa upaya yang dianjurkan dokter, yaitu:
  • Banyak minum cairan agar terhindar dari dehidrasi
  • Cukup istirahat
  • Konsumsi obat penurun panas yang relatif aman dan dianjurkan dokter;
  • Menghindari konsumsi obat-obatan pereda nyeri. Hal ini dikarenakan obat-obatan tersebut dapat menimbulkan komplikasi perdarahan. 
  • Pantau frekuensi buang air kecil dan jumlah urine yang keluar.

Pencegahan DBD ༉‧₊˚

Terdapat berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah demam berdarah, yaitu:
  • Anak usia 9-16 tahun seharusnya divaksinasi dengue, sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan;
  • Memberantas sarang nyamuk yang dilakukan dalam dua kali pengasapan insektisida atau fogging dengan jarak 1 minggu;
  • Menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, minimal setiap minggu;
  • Menutup rapat tempat penampungan air;
  • Melakukan daur ulang barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti;
  • Mengatur cahaya yang cukup di dalam rumah;
  • Memasang kawat anti nyamuk di ventilasi rumah;
  • Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada penampungan air yang sulit dikuras;
  • Menggunakan kelambu saat tidur;
  • Menanam tumbuhan pengusir nyamuk;
  • Menghentikan kebiasaan menggantung pakaian;
  • Menghindari wilayah daerah yang rentan terjadi infeksi;
  • Mengenakan pakaian yang longgar; dan
  • Menggunakan krim anti-nyamuk yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET), tetapi jangan gunakan DEET pada anak di bawah 2 tahun.

𝕭𝖑𝖔𝖌 𝖎𝖓𝖎 𝖉𝖎𝖇𝖚𝖆𝖙 𝖉𝖊𝖓𝖌𝖆𝖓 𝖓𝖎𝖆𝖙 𝖇𝖊𝖑𝖆𝖏𝖆𝖗 𝕭𝖑𝖔𝖌-! 𝕸𝖊𝖗𝖈𝖎~

Kedokteran┊Apa itu Bipolar?

BipolarGangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan emosi yang drastis. Seseorang yang menderita bipolar dapat merasakan gejala mania (sangat senang) dan depresif (sangat terpuruk).

Hasil gambar untuk bipolar

Gangguan bipolar umumnya ditandai dengan perubahan emosi yang drastis, seperti:
  • Dari sangat bahagia menjadi sangat sedih.
  • Dari percaya diri menjadi pesimis.
  • Dari bersemangat menjadi malas beraktivitas.
Setiap fase emosi dapat berlangsung dalam hitungan minggu atau bulan. Bukan hanya pada orang dewasa, gangguan bipolar juga bisa terjadi pada anak.

Penyebab Gangguan Bipolar ༉‧₊˚

Penyebab pasti terjadinya gangguan bipolar belum diketahui. Namun, terdapat dugaan bahwa gangguan bipolar merupakan dampak dari adanya gangguan pada senyawa alami yang berfungsi menjaga fungsi otak (neurotransmitter). Gangguan pada neurotransmitter itu sendiri diduga dipicu oleh beberapa faktor, seperti:
  • Genetik
  • Sosial
  • Lingkungan
  • Fisik

Pengobatan Gangguan Bipolar ༉‧₊˚

Dalam menangani gangguan bipolar, dokter akan menganjurkan penggunaan obat atau terapi khusus. Untuk menentukan metode yang tepat, pasien perlu melakukan pemeriksaan secara langsung ke dokter.
Gangguan bipolar yang tidak mendapatkan penanganan dapat menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan penderitanya, seperti:
  • Performa di sekolah atau tempat kerja memburuk
  • Kecanduan alkohol hingga penyalahgunaan NAPZA
  • Rusaknya hubungan sosial, misalnya dengan pasangan, kerabat, atau orang lain
  • Permasalahan keuangan (finansial)
  • Menimbulkan keinginan hingga percobaan bunuh diri

𝕭𝖑𝖔𝖌 𝖎𝖓𝖎 𝖉𝖎𝖇𝖚𝖆𝖙 𝖉𝖊𝖓𝖌𝖆𝖓 𝖓𝖎𝖆𝖙 𝖇𝖊𝖑𝖆𝖏𝖆𝖗 𝕭𝖑𝖔𝖌-! 𝕸𝖊𝖗𝖈𝖎~

𝕾𝖚𝖒𝖇𝖊𝖗 : https://www.alodokter.com/gangguan-bipolar

Kedokteran┊Apa itu Virus?

VirusHampir semua orang pernah terjangkit virus. Sederhananya, virus adalah penyebab penularan penyakit, seperti cacar dan influenza. Virus adalah mikroba yang tidak bisa hidup tanpa menempel pada inangnya. Virus baru bisa berkembang biak bila menempel dengan makhluk hidup lain.

Ukuran virus juga jauh lebih kecil daripada bakteri. Biasanya, virus akan menempel di suatu sel dan mengambil alih sel tersebut untuk mengembangbiakkan virus-virus lain sampai akhirnya sel tersebut mati. 

Dalam kasus lain, virus mengubah sel normal menjadi sel yang berbahaya untuk kesehatan.
Berbanding terbalik dengan bakteri, sebagian besar virus menyebabkan penyakit. Virus adalah microba “pemilih”, alias menyerang sel tertentu secara spesifik.
Misalnya, virus-virus tertentu menyerang sel pada pankreas, sistem pernapasan, dan darah. Pada kasus tertentu, virus juga menyerang bakteri.

Kata virus di ambil dari latin Virulae yang artinya menular atau Virion yang berarti racun. Kedua kata ini sama-sama merujuk pada sifat dasar virus yang mudah menular dari satu sel ke sel yang lain serta bersifat racun karena dapat menghancurkan sel yang di tularinya.
Sebagai organisme aseluler, struktur virus lebih sederhana dari mikroorganisme bersel satu lainnya. Karena Virus tidak memiliki inti sel, sitoplasma, ataupun membran sel. Virus berupa partikel (molekul) disebut virion.

Hasil gambar untuk virus

Bagian-bagian Virus ༉‧₊˚

Tubuh virus yang berupa kristal atau partikel ini lebih menunjukkan ciri mineral daripada ciri kehidupan. Oleh karena itu ada anggapan bahwa virus bukan makhluk hidup. Secara struktural virus terdiri dari 3 bagian, yaitu:

1. Kapsid merupakan lapisan pembungkus tubuh virus yang berupa protein.
2. Kepala virus berisi materi genetik (asam nukleat), yaitu DNA atau RNA.
3. Ekor merupakan bagian tubuh virus yang penting untuk melekatkan diri pada sel serta untuk memasukkan materi genetik virus ke dalam sel inang tersebut

Klasifikasi Virus ༉‧₊˚

Klasifikasi Virus adalah menurut metode Bergey, virus termasuk ke dalam divisio Protophyta, kelas Mikrotatobiotes dan ordo Virales (Virus). Pada tahun 1976 ICTV (International Commite on Taxonomy of Virus) mempublikasikan bahwa virus diklasifikasikan struktur dan komposisi tubuh, yakni berdasarkan kandungan asam.
Pada dasarnya virus dibedakan atas dua golongan yaitu virus DNA dan virus RNA. Berikut beberapa famili virus  DNA dan RNA,

Virus DNA mempunyai beberapa famili:
1. Famili Parvoviridae seperti genus Parvovirus
2. Famili Papovaviridae seperti genus Aviadenovirus
3. Famili Adenoviridae seperti genus Mastadenovirus
4. Famili Herpesviridae seperti genus Herpesvirus
5. Famili Iridoviridae seperti genus Iridovirus
6. Famili Poxviridae seperti genus Orthopoxvirus

Virus RNA mempunyai beberapa famili:
1. Famili Picornaviridae seperti genus Enterivirus
2. Famili Reoviridae seperti genus Reovirus
3. Famili Togaviridae seperti genus Alphavirus
4. Famili Paramyvoviridae seperti genus Pneumovirus
5. Famili Orthomyxoviridae seperti genus Influensavirus
6. Famili Retroviridae seperti genus Leukovirus
7. Famili Rhabdoviridae seperti genus Lyssavirus
8. Famili Arenaviridae seperti genus Arenavirus

Hasil gambar untuk virus

Penyebab Infeksi Virus ༉‧₊˚

1. Infeksi virus pada saluran pernapasan
Tipe virus adalah yang menginfeksi saluran pernapasan sangat beragam, antara lain influenza (flu), respiratory syncytial virus (RSV), rhinovirus, coronavirus (SARS), parainfluenza (croup), dan adenovirus.
Pada umumnya, penularan infeksi virus ini terjadi ketika percikan ludah dari batuk atau bersin seseorang yang sedang terinfeksi, terhirup oleh orang lain. Penularan juga dapat terjadi bila menyentuh hidung atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, setelah menyentuh benda yang terkontaminasi.

2. Infeksi virus pada saluran pencernaan
Jenis virus ini menyebar melalui pemakaian bersama barang pribadi dengan orang yang terinfeksi. Penularan virus juga dapat terjadi melalui sumber makanan atau air yang terkontaminasi feses penderita.
Menyentuh mulut, atau makan tanpa mencuci tangan dengan benar-benar bersih setelah buang air besar, juga dapat menyebabkan penularan.
Beberapa contoh infeksi virus pada sistem pencernaan yang dapat menyebabkan gastroenteritis adalah infeksi rotavirus, infeksi norovirus, infeksi astrovirus, dan beberapa infeksi adenovirus.

3. Infeksi virus pada kulit
Sebagian virus adalah dapat menular lewat sentuhan pada cairan di kulit yang luka. Namun demikian, ada juga jenis infeksi virus pada kulit yang ditularkan melalui nyamuk.
Tipe virus penyebab infeksi pada kulit sangat banyak, di antaranya virus Varicella-zoster, molluscum contagiosum, dan human papillomavirus (HPV).
Sejumlah penyakit pada kulit akibat infeksi virus meliputi cacar air, campak, roseola, herpes zoster, rubella, molluscum contagiosum, kutil (termasuk di dalamnya kutil kelamin), dan chikungunya.

4. Infeksi virus pada hati
Infeksi virus hati adalah penyebab paling sering dari hepatitis. Tergantung jenis virusnya, virus ini dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi feses seseorang yang terinfeksi, atau melalui pemakaian jarum suntik tidak steril serta kontak langsung dengan darah, urine, sperma atau cairan vagina orang yang terinfeksi.
Beberapa contoh penyakit hati akibat infeksi virus adalah hepatitis A, B, C, D, dan E.

5. Infeksi virus pada sistem saraf
Sistem saraf pusat yang terdiri dari otak dan saraf tulang belakang juga dapat terinfeksi virus. Beberapa tipe virus yang menginfeksi sistem saraf pusat, antara lain adalah herpes simplex tipe 2 (HSV-2), varicella-zoster, enterovirus, arbovirus, dan poliovirus.
Virus yang menginfeksi sistem saraf dapat menular melalui berbagai cara, dan memicu sejumlah penyakit. Sebagai contoh, enterovirus menyebar melalui percikan ludah ketika orang yang terinfeksi bersin atau batuk. Sedangkan arbovirus menular melalui gigitan serangga seperti nyamuk atau kutu.
Beberapa penyakit akibat infeksi virus pada sistem saraf adalah polio, ensefalitis, dan meningitis. Infeksi virus pada sistem saraf juga dapat menyebabkan penyakit rabies. Penyakit ini menular melalui gigitan hewan yang terinfeksi virus rabies, baik hewan liar maupun hewan peliharaan.
Beberapa jenis hewan yang dapat menularkan infeksi rabies adalah kucing, anjing, kelelawar, sapi, dan kambing.
Selain sejumlah infeksi virus yang telah dijelaskan di atas, ada juga infeksi virus yang disebut viral hemorrhagic fever (VHF). Jenis infeksi virus ini mengakibatkan gangguan pembekuan darah dan merusak dinding pembuluh darah, sehingga dapat memicu perdarahan.
Beberapa contoh penyakit yang tergolong VHF, antara lain:
1. Ebola
2. Demam berdarah
3. Demam kuning
4. Demam Lassa
5. Demam Marburg.
Contoh infeksi virus lain adalah human immunodeficiecy virus (HIV). HIV adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh, dan dapat berkembang menjadi AIDS bila tidak segera ditangani. AIDS (acquired immune deficiency syndrome) merupakan stadium akhir dari HIV, di mana sistem kekebalan tubuh sudah sangat lemah.
HIV/AIDS termasuk infeksi virus yang dapat menular melalui hubungan seks, berbagi jarum suntik, dan transfusi darah. Virus ini juga dapat menyebar dari ibu hamil ke janin yang dikandungnya, serta melalui proses melahirkan dan menyusui.


𝕭𝖑𝖔𝖌 𝖎𝖓𝖎 𝖉𝖎𝖇𝖚𝖆𝖙 𝖉𝖊𝖓𝖌𝖆𝖓 𝖓𝖎𝖆𝖙 𝕭𝖑𝖔𝖌-! 𝕸𝖊𝖗𝖈𝖎~