Showing posts with label Lukisan. Show all posts
Showing posts with label Lukisan. Show all posts

Wednesday, February 12, 2020

Seni Grafis┊Pengertian, Teknik, dan Fungsi

Hasil gambar untuk seni grafis

Seni Grafis – Memang ada banyak sekali ragam seni rupa murni, salah satunya yang paling dikenal adalah seni grafis. Seni yang satu ini berhubungan dengan dunia gambar menggambar.

Bagi anda yang hobi menggambar, mempelajari jenis seni murni yang satu ini pastinya sangat menyenangkan. Apalagi saat ini dunia digital mengenal istilah design grafis yang bisa dijadikan bisnis yang terbilang menguntungkan.
Namun sebelum anda berpikir jauh tentang bisnis yang menggunakan teknik seni grafis, ada baiknya anda mengetahui tentang banyak hal mengenai seni yang satu ini. Setidaknya anda harus mengetahui pengertian seni grafis dan jenis-jenisnya.
Berikut ini akan disajikan beberapa informasi penting yang berkaitan dengan desain grafis. Sehingga anda bisa mengetahui banyak hal tentang jenis seni yang satu ini. Semakin paham anda dengan seni ini, semakin mudah anda untuk menerapkannya atau bahkan memanfaatkannya menjadi ladang bisnis.
Pengertian Seni Grafis ༉‧₊˚
Hasil gambar untuk seni grafis
Secara akar katanya, grafis adalah kata yang diambil dari bahasa Inggris yaitu graphic. Arti graphic  ini sendiri adalah membuat sebuah tulisan, gambar ataupun lukisan dengan goresan atau torehan. Sedangkan seni adalah hasil karya yang memiliki nilai estetika keindahan. Jadi, secara bahasa seni grafis adalah hasil karya manusia berupa lukisan gambar.
Sedangkan secara umum, seni grafis ini merupakan seni rupa dua dimensi yang dibuat dengan teknik cetak di atas sebuah media. Dari pengertian ini bisa mengetahui jika sebuah seni grafis hanya sebuah gambar dua dimensi yang untuk dinikmati estetikanya. Seni yang satu ini bertujuan memperindah sebuah media.
Media yang digunakan dalam seni ini juga beragam mulai dari kertas, papan kayu, aluminium dan apapun yang bisa dilukis di atasnya. Seni grafis juga bisa dihasilkan dengan beragam teknik cetak. Teknik cetak ini menggunakan media dan perlengkapan yang beragam.
Teknik Seni Grafis ༉‧₊˚
Hasil gambar untuk seni grafis
Ada 5 jenis teknik cetak seni grafis yang perlu anda ketahui. Kelima teknik itu adalah cetak saring, cetak datar, cetak tinggi, cetak dalam dan cetak foto. Di bawah ini akan dijelaskan jenis-jenis teknik cetak tersebut secara jelas :

1. Teknik Cetak Saring (Silkscreen)

Teknik cetak yang satu ini lebih akrab di telinga dengan nama teknik cetak sablon. Pada teknik ini, anda membutuhkan cetakan yang terbuat dari kasa (screen). Kasa ini bersifat elastis, lentur dan juga halus. Jenis cetakan seni grafis ini cukup sering anda temui.
Beberapa seniman terkenal juga sering menggunakan teknik yang satu ini. Beberapa seniman tersebut antara lain, Robert Indiana, Edward Rusca, Chuck Close dan Joseft Albert. Teknik ini terbilang cukup banyak peminatnya. Hal ini dikarenakan caranya yang cukup mudah.

2. Teknik Cetak Datar (Lithography)

Lithography adalah kata yang berasal dari bahasa Yunani, Lithos artinya batu dan graphien artinya menulis. Jadi lithography adalah seni cetak yang menggunakan media batu.  Dalam hal ini yang digunakan adalah jenis batu khusus yaitu batu kapur.
Batu kapur yang digunakan dalam teknik cetak ini adalah batu kapur yang berbentuk lempengan. Sehingga batu tersebut tampak seperti kertas tebal  berwarna cokelat. Seniman menggunakan batu kapur karena jenis batu ini bisa menghisap tinta.
Seniman yang menggunakan teknik ini harus melukis di atas lempengan batu kapur tersebut. Lempengan ini berbentuk seperti lembaran. Hasil dari lukisan cetakan dengan teknik ini terlihat sangat klasik. Beberapa seniman dunia yang menggunakan teknik ini adalah Pablo Picasso, Emil Nolde dan Joan Miro.

3. Teknik Cetak Tinggi (Woodcut)

Teknik yang satu ini lebih dikenal dengan nama teknik cetak timbul. Dikatakan teknik cetak timbul karena memang hasil karya seni grafis ini terlihat timbul dari medianya. Selain teknik timbul, teknik cetak yang satu ini juga dikenal dengan teknik cungkil. Teknik ini dikatakan teknik cungkil karena memang pembuatannya dengan cara dicungkil.
Media yang digunakan dalam teknik ini juga ada banyak. Media-media tersebut antara lain, metal, triplek, hardboard, papan kayu dan karet. Teknik cetak tinggi yang paling populer adalah teknik cetak yang pernah dibuat oleh orang mesir pada abad ke 14.
Penemu teknik cetak ini adalah Johanes Gutenberg. Ada banyak seniman kelas dunia yang terkenal dengan teknik ini. Seniman-seniman tersebut yaitu Kaboel Suadi, Ando Hirosigge dan H.Holbein.

4. Teknik Cetak Dalam (Intaglio)

Teknik cetak dalam atau yang lebih dikenal dengan intaglio adalah teknik menggores media dengan menggunakan benda tumpul. Pada umumnya media yang digunakan pada teknik ini adalah logam. Sehingga tentunya hasil goresan ini sendiri akan bersifat permanen atau sulit untuk dihilangkan.
Ada 4 jenis teknik cetak dalam yang perlu anda ketahui. Keempat teknik cetak dalam tersebut adalah engraving, etsa, mezzotint dan dry point. Untuk lebih lengkapnya berikut ini penjelasan dari keempat teknik tersebut:
  • Engraving. Pada teknik ini, seniman harus menggunakan alat yang disebut dengan burin. Alat ini berguna untuk mengukir logam. Permukaan logam akan diberi cat, setelah itu, seniman harus mengukir logam tersebut menggunakan burin. Setelah itu permukaan logam akan dibersihkan dari cat dan yang tersisa hanya tinggal cat pada bagian logam yang diukir.
  • Etsa. Teknik ini menggunakan bantuan asam nitrat (HNO3). Cairan asam ini akan ditorehkan ke atas lempengan tembaga. Penggunaan teknik ini seperti mengukir menggunakan zat cair. Hanya saja dalam hal ini yang diukir adalah lempengan tembaga. Pada zaman dahulu teknik ini digunakan untuk mengukir baju perang.
  • Mezzotint. Mezzotint adalah teknik mengerok halus permukaan logam. Teknik ini menggunakan efek gelap terang yang dominan.
  • Drypoint. Teknik drypoint merupakan teknik yang menggunakan benda runcing untuk mengukir media. Benda runcing akan menekan permukaan media sehingga membentuk lukisan.

5.  Teknik Cetak Foto

Teknik seni grafis yang satu ini adalah teknik cetak yang paling sering kita temui. Dalam teknik ini anda bisa menggunakan kamera. Setelah itu gambar pada kamera bisa dicetak menggunakan alat print. Teknik ini juga sering disebut teknik fotografi.
Fungsi dari Seni Grafis ༉‧₊˚
Setelah anda mengetahui tentang jenis-jenis teknik seni grafis, sekarang saatnya anda mengetahui fungsi dari ragam seni grafis. Berikut ini ada akan diberikan tiga fungsi seni grafis:

1. Menambah Nilai Keindahan

Seni grafis akan menambah nilai keindahan sebuah media. Bila seni grafis diterapkan pada sebuah baju kaos, maka seni tersebut dapat menambah keindahan baju kaos itu. Sifatnya yang dua dimensi membuat seni ini bisa memperindah banyak media.

2. Menyampaikan Pesan

Jenis seni yang satu ini juga bisa digunakan untuk menyampaikan sebuah pesan bagi yang melihat. Pesan tersebut disematkan oleh para seniman dalam sebuah torehan seni. Terkadang pesan tersebut bersifat tersirat.

3. Ungkapan Ekspresi Seni

Seniman terkadang membutuhkan suatu cara untuk mengungkapkan ekspresi seni, seni grafis ini mampu menyalurkan ekspresi seni tersebut dengan baik. Apalagi seni ini termasuk kedalam seni yang fleksibel.
Itulah informasi seputar pengertian seni grafis, jenisnya dan juga fungsinya. Saat ini seni grafis adalah sesuatu yang sangat diapresiasi. Bahkan ada banyak orang yang khusus mempelajari seni yang satu ini.
Siapapun bisa menjadi seorang seniman seni grafis. Kuncinya adalah belajar melakukan teknik seni grafis ini. Sehingga bisa tercipta seni grafis yang indah.

𝕭𝖑𝖔𝖌 𝖎𝖓𝖎 𝖉𝖎𝖇𝖚𝖆𝖙 𝖉𝖊𝖓𝖌𝖆𝖓 𝖓𝖎𝖆𝖙 𝖇𝖊𝖑𝖆𝖏𝖆𝖗 𝕭𝖑𝖔𝖌-! 𝕸𝖊𝖗𝖈𝖎~
𝕾𝖚𝖒𝖇𝖊𝖗 : https://www.romadecade.org/seni-grafis/#!

Seni Lukis ┊Pengertian, Sejarah, Unsur, dan Teknik

Seni Lukis Seni Lukis adalah bagian dari seni rupa dengan pengertian yang sama. Namun, ada pengkhususan dalam seni lukis yaitu penggambaran.

Melukis adalah suatu aktivitas merekayasa atau mengolah medium dua dimensi atau bidang obyek tiga dimensi menjadi karya yang memiliki kesan/arti khusus.




Pengertian Seni Lukis ༉‧₊

    Menurut Wikipedia, seni lukis merupakan salah satu cabang seni rupa. Dasar pengertiannya sama, yaitu pengembangan yang lebih utuh dalam seni menggambar.


Melukis sendiri merupakan suatu kegiatan mengolah medium dua dimensi maupun permukaan obyek tiga dimensi demi mendapat kesan tertentu. Medium Lukisan bisa berbentuk kanvas, papan, kertas, film dapat fotografi, dan benda apa saja yang dapat dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan pun bermacam-macam asal dapat berimajinasi tertentu pada media yang digunakan.


Selain pengertian di atas, ada banyak pendapat bermunculan perihal seni lukis. Berikut pengertian seni lukis menurut para ahli:


  • Soedarso SP

Sebuah karya lukis ialah sebuah karya manusia yang mengkomunikasikan pengalaman batiniahnya. Pengalaman batin disajikan secara indah serta menarik sehingga merangsang timbulnya pengalaman batin manusia saat menghayati karya tersebut.
  • Herbert Read

Karya seni lukis merupakan kegiatan rohani yang direfleksikan pada jasmani dan mempunyai daya yang bisa membangkitkan jiwa.
  • Soni Ade dan Imam R


Menurut Soni Ade dan Imam R, lukis merupakan kekuatan peradaban manusia, kekuatan budaya, sebab dalam melakukan kegiatan ini, seseorang dilatih jeli, cermat, serta teliti saat mengamati berbagai kejadian alam serta kehidupan.
  • Jim Supangat

Seni lukis ialah suatu upaya menegaskan kembali pengalaman di masa lalu dalam konteks sekarang.
  • Aristoteles

Seni lukis adalah sesuatu yang selain baik tapi juga menyenangkan.

Sejarah Seni Lukis ༉‧₊

Secara historis, seni lukis terkait dengan gambar-gambar. Peninggalan prasejarah memperlihatkan sejak ribuan tahun lalu, nenek moyang manusia mulai membuat gambar pada dinding dua untuk mencitrakan bagian penting kehidupan. Lukisan atau gambar dibuat menggunakan materi sederhana layaknya kapur, arang, dan sebagainya.
Salah satu teknik yang digunakan adalah dengan menempel tangan lalu menyemburkannya dengan kunyahan daun ataupun batu mineral yang berwarna. Sejarah seni lukis berlanjut pada zaman pertengahan karena terlalu kuat pengaruh agama.
Sehingga, seni lukis dianggap sihir yang dapat menjauhkan manusia dari pengabdian pada Tuhan. Sehingga, seni lukis tidak sejalan dengan realitas. Banyak karya lukis yang berupa simbolisme sehingga sulit menemukan lukisan yang dapat dikategorikan bagus atau berkualitas.
Di zaman Renaissance, dukungan dari keluarga deMedici yang menguasai Firenze akan ilmu pengetahuan dan seni membuat adanya sinergi dengan kebudayaan baru di Eropa, di zaman klasik ini, seni tidak lagi dianggap sebagai sihir, melainkan alat untuk merebut kekuasaan yang telah dirampas Turki.
Sejak revolusi industri Inggris, lukisan, karya seni rupa dan kriya diarahkan pada kurva halus yang terinspirasi pada keindahan garis tumbuhan di alam. Hal ini akibat dari peralihan seniman untuk membuat seni yang tidak mungkin dicapai produksi massal.
Sedangkan di Indonesia, seni lukis modern mulai dikenal sejak masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. kecenderungan seni rupa dari Eropa Barat saat itu adalah aliran romantisme yang diikuti juga oleh para pelukis Indonesia.
Gerakan manifesto kebudayaan bertujuan untuk melawan pemaksaan ideologi komunis membuat para pelukis di masa 1950-an memilih untuk membebaskan karya seni mereka untuk kepentingan politik. Sehingga era ekspresionisme pun dimulai, Lukisan tidak menjadi penyampai pesan dan alat propaganda lagi.
Unsur Seni Lukis 
Unsur yang mendukung seni lukis adalah unsur visual dan unsur non visual. Unsur visual adalah unsur yang mengandung material visual serta bisa dilihat maupun dibuat oleh sang pelukis sesuai dengan keinginannya. Unsur visual bisa dipelajari. Nah, bentuk dari unsur visual itu sendiri adalah:
        - Line atau garis : elemen ini adalah elemen dasar dimana garis dapat dibentuk dari dua titik berjauhan serta diisikan gambar maupun diberi gambar diantara kedua titik itu. garis berfungsi untuk menjadi pembatas beberapa jenis ataupun bentuk gambar. Garis dibagi jadi dua yaitu buatan dan alamiah. Garis alamiah ada pada gambar yang realita objeknya berbatas seperti pantai, gunung, langit, atau laut. Sedangkan garis buatan seperti kontur wajah, bentuk bujur sangkar sebuah rumah, dan sebagainya.
       1. Field atau bidang : elemen ini menggunakan lebih dari dua sisi dengan sisi lebar dan panjang. Bentuknya dianggap sebagai teknik dasar bagi pelukis yang ingin membuat objeknya terlihat lebih hidup.
     2. Space atau ruang : elemen space adalah yang tertinggi pada teknik pelukisan. Ruang akan memberi kesan hidup pada objek lukisan. Ruang akan memperlihatkan sisi ataupun ruang hampa. Ruang dapat digunakan sebagai gambar objek alam, benda timbul, ataupun benda lain yang memiliki 3 atau 4 dimensi.
         3. Color atau warna : ada beberapa jenis warna dalam teknik seni lukis, yaitu warna primer (warna dasar) meliputi putih, biru, dan merah. Sedangkan warna sekunder terdiri dari hijau, ungu dan jingga. Jenis warna yang lain adalah analogis seperti gradasi kuning ke hijau, ataupun warna komplementer dengan gradasi warna yang sedikit lebih jauh misalnya ungu ke kuning lalu beralih ke merah.
Selain unsur visual ada juga unsur non visual. Unsur ini merupakan pengembangan dari seorang pelukis. Unsur non visual terdiri dari:
         1. Pandangan hidup serta pengalaman : meskipun ada dalam satu aliran, tapi terkadang cara penggambarannya berbeda. hal ini dikarenakan pandangan hidup dari pelukis itu sendiri serta pengalamannya. Objek yang sama akan terlihat berbeda jika dilukis oleh dua orang yang berbeda. sebab, ada banyak sisi yang bisa digunakan untuk menggambarkannya.
         2. Imajinasi : lukis adalah gambar yang direalisasikan dalam media yang lebih kecil. Tidak hanya objek saja yang dibutuhkan, tetapi imajinasi. Setiap orang memiliki pengembangan imajinasi yang berbeda.
Imajinasi adalah khayalan atau gambaran yang dibuat oleh pikiran baik yang sudah pernah dilihat atau belum pernah dilihat oleh si pelukis. Imajinasi adalah hal yang penting serta mahal jika sudah ditumpahkan dalam sebuah lukisan.
        - Sikap artistik dan estetik :  sikap ini tidak dimiliki oleh semua orang. sebab, seni akan bernilai jika sudah menjadi sebuah karya. Beberapa pelukis terkadang tidak dikagumi karyanya karena tidak disertai dengan pandangan yang menunjukkan bahwa seni itu indah.
       - Konsep lukisan : konsep adalah sketsa awal atau bisa dibilang sebagai peta awal ketika akan menggambarkan lukisan dalam media lukis. Ada beberapa pelukis yang tidak punya konsep, hanya menggambarkannya secara spontan. Akan tetapi, jika aliran yang diikuti jelas, objeknya juga jelas, maka menggunakan konsep akan membuat hasil lukisan menjadi lebih matang.
Teknik Seni Lukis ༉‧₊
Ada banyak macam teknik dalam seni lukis, bahkan bisa dibilang, setiap pelukis mempunyai karakteristik sendiri sesuai dengan kemampuan. penggunaan teknik yang tepat akan mempengaruhi hasil gambar menjadi lebih bagus dan berkualitas tinggi.
Beberapa teknik seni lukis yang dapat digunakan dalam sehari-hari diantaranya:
1. Teknik Aquarele

Aquarelle adalah sebuah teknik seni lukis dengan menggunakan bahan dasar berupa aquarelle atau cat air, sapuan warna yang digunakan berbentuk halus dan tipis, sehingga lukisan yang dihasilkan lebih bernuansa ringan dan transparan.
Untuk menghasilkan sapuan halus, tipis, serta ringan, akan lebih efisien jika Anda menggunakan cat yang agak encer.
Tips-tips saat mengaplikasikan teknik aquarelle, diantaranya:
  • Menggunakan cat air berkualitas tinggi dan kertas aquarelle
  • Meskipun dari segi harga, kertas aquarelle lebih mahal, tapi akan menghasilkan lukisan yang lebih bagus
  • Memilih kuas yang sesuai dengan teknik ini.

2. Teknik Plakat 


Teknik ini cukup berbeda dengan teknik aquarel yang terkesan lebih transparan. Untuk melukis dengan teknik plakat, Anda bisa menggunakan cat air, cat minyak, ataupun cat akrilik dengan sapuan yang tebal dan juga komposisi cat yang kental, sehingga karya lukisan menjadi lebih colorfull.

Teknik seni lukis ini lebih sering dipakai oleh seniman profesional untuk membuat lukisan indah dan menawan serta bernilai jual tinggi.
3. Teknik Spray


Teknik spray adalah teknik dalam seni lukis dengan cara menyemprotkan cat ke media lukis. Tujuannya untuk menghasilkan lukisan yang halus serta dari segi visual tampak lebih nyata.
Apabila Anda melihat seni grafiti pada tembok jalanan atau sebuah gedung dan rumah yang tidak terpakai, maka itu adalah contoh lukisan menggunakan teknik spray.
4. Teknik Pointilis

Teknik lukis pointilis bisa dikatakan membutuhkan kesabaran dalam proses pembuatannya ketimbang jenis teknik lainnya. teknik ini dibuat dengan cara membuat unsur titik-titik pada sebuah lukisan yang menawan dan indah.
Teknik ini menggunakan beberapa warna sehingga tercipta gradasi warna yang indah untuk mengatur tingkat terang dan gelap dari lukisan itu.
5. Teknik Tempera

Pada teknik seni lukis tempera, media yang digunakan adalah kayu sebagai pengganti kanvas atau bisa juga dengan melukis langsung di atas permukaan tembok. Teknik lukis ini menggunakan kuning telur sebagai bahan untuk merekatkan warna pada lukisan.
Teknik ini pernah menunjukkan masa kejayaan di tahun 1200 sampai 1500-an di tanah Eropa. Pelopor dari teknik ini adalah Simone Martini serta Duccio yang berasal dari Italia. Mereka adalah dua orang seniman yang sangat terkenal pada masa itu.

𝕭𝖑𝖔𝖌 𝖎𝖓𝖎 𝖉𝖎𝖇𝖚𝖆𝖙 𝖚𝖓𝖙𝖚𝖐 𝖘𝖊𝖐𝖊𝖉𝖆𝖗 𝖓𝖎𝖆𝖙 𝖇𝖊𝖑𝖆𝖏𝖆𝖗 𝕭𝖑𝖔𝖌-! 𝕸𝖊𝖗𝖈𝖎~

𝕾𝖚𝖒𝖇𝖊𝖗 : https://moondoggiesmusic.com/seni-lukis/